Sisi Gelap Kolaborasi Bisnis Properti: Risiko Konflik Lahan

Bisnis properti dikenal sebagai sektor yang menjanjikan keuntungan besar dan peluang luas bagi para pengembang. Namun, di balik potensi tersebut, tak sedikit proyek perumahan yang terbengkalai bahkan tidak dihuni. Salah satu penyebab utamanya adalah kewajiban developer yang tidak terpenuhi, sehingga kawasan perumahan menjadi terlantar dan tidak terurus. Tulisan ini akan mengulas dinamika kerja sama antara developer dengan pemilik lahan yang kerap memunculkan persoalan.

Akhir-akhir ini, berita tentang proyek perumahan mangkrak semakin sering terdengar. Bangunan berhenti di tengah proses, konsumen kebingungan, developer sulit dihubungi, sementara pemilik lahan ikut menanggung dampaknya. Padahal, pada tahap awal proyek biasanya tampak meyakinkan: konsep menarik, lokasi strategis, serta skema kerja sama yang diklaim saling menguntungkan.

Faktanya, kerja sama lahan bukanlah jalan pintas menuju keberhasilan. Banyak proyek terhenti bukan semata karena kondisi pasar, melainkan akibat kesalahan fundamental dalam perencanaan dan pengelolaan hubungan kerja sama sejak awal. Dari berbagai kasus yang sering terjadi, terdapat pola masalah yang berulang, antara lain:

  • Perjanjian kerja sama yang disusun terlalu longgar
  • Status dan legalitas lahan belum sepenuhnya tuntas
  • Perbedaan visi antara developer dan pemilik lahan
  • Skema bagi hasil yang terlalu optimistis
  • Aspek perizinan dan akses lokasi diremehkan
  • Tidak ada skenario antisipasi jika kerja sama bermasalah
  • Manajemen proyek yang terlalu percaya diri
Penutup

Repot di Awal, Lebih Aman di Tengah Jalan
Kerja sama dengan pemilik lahan bukanlah solusi instan dalam pembangunan perumahan. Justru pada tahap inilah banyak proyek gagal karena fondasi kerja samanya lemah. Persoalan hukum, benturan kepentingan, serta perhitungan bisnis yang kurang matang dapat menjadi kombinasi risiko yang serius.

Menurut pandangan saya, lebih baik bersusah payah di tahap awal: memastikan legalitas tuntas, menyusun perjanjian secara detail, dan terbuka terhadap potensi risiko. Sebab, ketika proyek sudah berjalan dan melibatkan dana konsumen, kekeliruan kecil di awal dapat berkembang menjadi persoalan besar yang merugikan banyak pihak.

“Pernah menyaksikan atau terlibat langsung dalam proyek perumahan yang mangkrak? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar.”

Artikel Lainnya